Program Bantuan UKT/SPP Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menyampaikan program lanjutan bantuan UKT/SPP bagi mahasiswa yang terdampak Covid-19. Bantuan UKT/SPP ditujukan bagi mahasiswa aktif, bukan penerima KIP Kuliah/Bidikmisi, serta kondisi keuangannya memerlukan bantuan UKT/SPP semester gasal tahun 2021/2022. Kebijakan ini sekaligus menjawab berbagai aspirasi masyarakat agar pemerintah terus melanjutkan Program Bantuan UKT sebelumnya sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat miskin/rentan miskin.

Sehubungan dengan hal tersebut, Universitas Multi Data Palembang membuka kembali pendaftaran mahasiswa yang ingin mengajukan Program Bantuan UKT/SPP Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022 dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Tidak menerima beasiswa/bantuan lainnya saat mengajukan Program Bantuan UKT/SPP
  2. Mahasiswa aktif semester 3, 5 dan 7.
  3. IPK Minimal 3.00.
  4. Surat Keterangan Tidak Mampu / Ekonomi Terdampak Covid-19 dari Lurah.
  5. Fotokopi Transkrip Nilai (cetak resmi dari ADM).
  6. Fotokopi KTP.
  7. Fotokopi KTM.
  8. Fotokopi Kartu Keluarga.
  9. Fotokopi Akta Kelahiran.
  10. Surat Pernyataan tidak menerima beasiswa/bantuan lain bermeterai Rp.10.000,-
  11. Surat Pernyataan orang tua/wali terdampak pandemi covid-19 bermeterai Rp.10.000,-
  12. Surat Pernyataan Beasiswa bermeterai Rp.10.000,-

Semua di cetak/fotokopi dalam ukuran kertas F4 dan dikumpulkan di Ruangan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan
Surat Pernyataan : Link Surat Pernyataan
Untuk pendaftaran silahkan buka halaman berikut Link Formulir Pendaftaran


Pendaftar akan di seleksi terlebih dahulu sesuai persyaratan dan aturan yang berlaku.
Pendaftaran dibuka sampai tanggal 25 September 2021.


Ketentuan Bantuan UKT/SPP yaitu mahasiswa yang telah di seleksi dan di pilih mendapatkan potongan sebesar Rp. 2.400.000,- selama 1 (satu) semester selama periode Program Bantuan UKT/SPP. Setelah mendapatkan potongan Bantuan UKT/SPP, mahasiswa masih harus tetap melunasi selisih Uang Kuliah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*